Langsung ke konten utama

5/5 of Cibun

Tuhan mempertemukan kami di suatu tempat istimewa dan bersejarah. Tempat di mana kami dapat mengambil banyak pelajaran berharga yang tak ternilai. Dia tidak semata-mata secara langsung memepersatukan kami, tetapi melalui proses yang cukup panjang. Dari awalnya kami tidak saling mengenal, bahkan untuk tahu nama pun tidak. Kami berkenalan antar teman -temanku memperkenalkan aku pada temannya, lalu temannya memperkenalkan temannya yang lain kepadaku, lalu kita saling berkenalan- lalu kami berada di suatu ruangan setiap harinya. 

Ruangan itu bernama Abu Bakar Class. Berjumlah 26 orang. Termasuk limanya adalah kami. Anak perempuan yang masih polos -saat itu- berinisial D, U, N, A, dan L. Lagi-lagi kami belum saling mengenal kala itu. Masa-masa labil dan peralihan sedang kami lalui -permusuhan dan saling mencela yang kita hadapi saat itu-. Hingga kurang dan lebih dari 500 hari kami cukup bisa saling mengenal satu sama lain. 

24/6 kami selalu bertemu. Tanpa ada rasa bosan. Untuk meluangkan waktu sekedar hang out, kami melakukannya hampir tiap minggu. Keceriaan kami, kebahagiaan kami, dan keseruan kami dari apa yang mereka semua lihat tidak selalu hadir diantara kami. Tapi kami berusaha untuk selalu menghadirkan itu. 

Tiba di titik kami harus berpisah. Seperti ada yang hilang. Semuanya berpencar meneruskan pilihan hidup kami masing-masing. Aku memutuskan untuk menetap di sana. Awal-awalnya terasa berat. Pisah? Jarak? Tidak satu tempat lagi? Ya, bayang-bayang keceriaan kami di beberapa sudut masih terus nampak di layar mataku. Seakan semuanya masih berlaku, tetapi nyatanya itu semua telah berlalu. 

Saat ini, kami pun tiba di titik penentuan dari hidup kami. Kami harus berjuang untuk masa depan yang akan kami tuai nantinya.Waktu yang kami punya tidak lah banyak dan butuh beberapa waktu untuk menyatukan waktu kami diantara kesibukan-kesibukan kami.



Pertemuan singkat yang bermakna. Memaksa waktu untuk menghilangkan rindu -sekadar bertemu-. Memberikan kami arti bagaimana berartinya kebersamaan dalam waktu singkat yang sulit untuk kami dapat. Kasih sayang yang telah tertanam dalam benak kami satu sama lain, itu lah sebabnya mengapa kami masih terus berjalan bersama. Hal-hal kecil yang dibagikan menjadi sesuatu yang bermakna tak ternilai berapapun harganya. 


Kejutan-kejutan sederhana dari kami, selalu kami hadirkan di hari-hari spesial kami. Sederhana tetapi bermakna dan memberi bahagia. 



Mereka untukku:
adalah sebuah energi yang membebaskan aku dari kepenatan akan kenyataan,
adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya,
adalah tempat curahan berbagi kisah dan kasih,
adalah cinta.



Akan kutunggu selalu waktu yang menghilangkan rindu itu untuk mendengarkan kisah-kisah menarik dari mereka. See you on top, ma gurls! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salam dariku jiwa yang bernyawa penuh dosa Ini hanya sajak yang tak bermakna Kucurahkan hanya untuk menghapus lara Menyampaikan yang tak dapat dirangkai kata dalam bicara Maafkan Daku yang hadir tanpa sengaja Membungkus harap dan memberinya Lalu pergi entah kemana Bukan kuingin sengaja melakukannya Hanya saja Tuhan mengatur takdir kita Untuk berjumpa lalu tiada Semua semata atas skenarionya Sekali lagi maafkan jiwa yang bernyawa penuh dosa ini Sungguh kutak sanggup lagi Semoga kelak kita dipertemukan Bukan untuk disatukan

Kemenangan Awal Dari Perjuangan

Guys..... Assalamualaikum.... Then two days yang udah buat gue deg-degan sudah berlalu... Dimulai dari Senin (8/9). That was the first time of my life I would to debate in front of the 'formal' people. Deg-degan? BANGET. Maybe I'm too over nervous. "I'm out of control", gak tau kemarin itu ngomong apa, gemeteran bgt pas ngomong, fyi, I gak ada bahan buat debat. Ready not ready, I might be ready! Pake gaya stay cool yang udah diajarin aim, then alhamdulillah berhasil :') Walopun pada akhirnya yg banyak berbicara Kak Gayil, -Sang Presos, Presiden Osis- kita, dan gue kebanyakan diem cuma ngebantu, but yaaa tetep aja gue nervous pake banget banget....omg Di depan sudah ada tiga orang panelis dari dewan guru (Miss July, Mr. Kamsuri, then Mr. Sunaryo) dan Sang Moderator, Mr. Hernawan. Yaaaa pertanyaannya memang seputaran visi dan misi, gak jauh-jauh memang dari situ :') Next day... Today... adalah hari dimana diadakannya pemilu Presiden dan Wakil ...

Penggemar Rahasia

By : Rayendap Aku adalah Riana . Umurku 17 tahun dan aku sekarang duduk di bangku SMA 2 Semarang. Aku hobi membuat novel, terkadang novelku disebar oleh salah satu media cetak dan ternyata novelku banyak disukai oleh kalangan muda. ***             Sore hari saat aku meras a jenuh berada di rumah, aku memutuskan untuk pergi ber jalan-jalan sejenak ke taman. Saat aku ingin menduduki salah satu bangku taman, aku melihat sepucuk surat di dalam amplop yang berwarna hijau muda. Saat ku lihat amplop itu, ternyata di amplop tersebut tertera namaku dengan jelas. Lalu a ku buka perlahan amplop tersebut dan aku baca isi lembaran yang ada di dalam amplop hijau muda itu . Ternyata surat itu dari salah satu penggemar ku, dan surat itu berisi :                            ...