Langsung ke konten utama
Salam dariku jiwa yang bernyawa penuh dosa
Ini hanya sajak yang tak bermakna
Kucurahkan hanya untuk menghapus lara
Menyampaikan yang tak dapat dirangkai kata dalam bicara
Maafkan Daku yang hadir tanpa sengaja
Membungkus harap dan memberinya
Lalu pergi entah kemana

Bukan kuingin sengaja melakukannya
Hanya saja Tuhan mengatur takdir kita
Untuk berjumpa lalu tiada
Semua semata atas skenarionya

Sekali lagi maafkan jiwa yang bernyawa penuh dosa ini
Sungguh kutak sanggup lagi
Semoga kelak kita dipertemukan
Bukan untuk disatukan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemenangan Awal Dari Perjuangan

Guys..... Assalamualaikum.... Then two days yang udah buat gue deg-degan sudah berlalu... Dimulai dari Senin (8/9). That was the first time of my life I would to debate in front of the 'formal' people. Deg-degan? BANGET. Maybe I'm too over nervous. "I'm out of control", gak tau kemarin itu ngomong apa, gemeteran bgt pas ngomong, fyi, I gak ada bahan buat debat. Ready not ready, I might be ready! Pake gaya stay cool yang udah diajarin aim, then alhamdulillah berhasil :') Walopun pada akhirnya yg banyak berbicara Kak Gayil, -Sang Presos, Presiden Osis- kita, dan gue kebanyakan diem cuma ngebantu, but yaaa tetep aja gue nervous pake banget banget....omg Di depan sudah ada tiga orang panelis dari dewan guru (Miss July, Mr. Kamsuri, then Mr. Sunaryo) dan Sang Moderator, Mr. Hernawan. Yaaaa pertanyaannya memang seputaran visi dan misi, gak jauh-jauh memang dari situ :') Next day... Today... adalah hari dimana diadakannya pemilu Presiden dan Wakil ...

Penggemar Rahasia

By : Rayendap Aku adalah Riana . Umurku 17 tahun dan aku sekarang duduk di bangku SMA 2 Semarang. Aku hobi membuat novel, terkadang novelku disebar oleh salah satu media cetak dan ternyata novelku banyak disukai oleh kalangan muda. ***             Sore hari saat aku meras a jenuh berada di rumah, aku memutuskan untuk pergi ber jalan-jalan sejenak ke taman. Saat aku ingin menduduki salah satu bangku taman, aku melihat sepucuk surat di dalam amplop yang berwarna hijau muda. Saat ku lihat amplop itu, ternyata di amplop tersebut tertera namaku dengan jelas. Lalu a ku buka perlahan amplop tersebut dan aku baca isi lembaran yang ada di dalam amplop hijau muda itu . Ternyata surat itu dari salah satu penggemar ku, dan surat itu berisi :                            ...