Baru sadar, baru tau, baru engeh, today is International Women's Day, I know it from google. Thanks so much google! :)
Hahaha no I didn't want to share about 'google' but ofc about International Women's Day.
Gue sih belum bisa ngerasain gimana rasanya jadi 'Women' sebenarnya, bcs I'm still a little girl.
(((little girl)))
Iya, belum berasa perjuangannya, gimana struggle sewaktu pregnant then how hard and hurt sewaktu mengeluarkan baby, then to facing the real world. (((real world)))
Perjuangan gue masih sebatas belajar, do the tasks, then in the end will face the UN and SNMPTN (it would be). But, my mommy was did. Yap, she was get it, she was did it. Mama berhasil menjadi seorang Women, BEST WOMEN.
After I searched on google "What is about the international women's day", what I got:
"International Women's Day (IWD), also called International Working Women's Day, is celebrated on March 8 every year. In different regions the focus of the celebrations ranges from general celebration of respect, appreciation, and love towards women to a celebration for women's economic, political, and social achievements."
Perjuangan mama untuk menghidupi keluarganya di bagian ekonomi juga ada (beside my father does). Mama merintih usaha kecil-kecilan, yaitu berdagang. Start from sell the batik, yes batik. Ceritanya mama berniat mengenalkan batik Pekalongan (the city which mommy was born) ke Lampung (city where me and my family grows up). Mimi membuka usaha di tahun 2006. Awalnya batik-batik ini dijual secara kontan, but we live in the housing (atau perumahan), ibu-ibunya pada rewel. Then my mommy must having an innovation. Akhirnya mama melakukan usahanya dengan sistem credits/kredit. For example, Tante A membeli barang ke mommy pada bulan April, then Tante A membayarnya in the next month, bulan May and June. Gitu seterusnya, sampai batas waktu yang mommy tentukan dan sepakati with other pihak. Alhamdulillah usahanya berjalan. Seiring berkembangnya zaman yang semakin canggih dengan dunia trending mode-nya, mommy menjual baju-baju tidak hanya batik. Dari baju tidur dan baju pergi pun ada. Karena mommy harus mengikuti trend fashion yang ada juga, biar usahanya gak mati. Gitu sih kata mommy. Mommy belanja di pasar tengah, seminggu bisa 2-3 kali ke pasar untuk kulak'an (it means belanja buat jualan). Permintaan pasar dari konsumen pun bertambah. Yang minta perlengkapan baby, sampai *sorry* underwear pun ada yang minta. Mommy sedikit kewalahan, tapi permintaan pasar itupun dipenuhi oleh mommy. Then, usaha mommy berkembang maju dan crowded. Gak ada problem? Pastinya ada dong, banyak malahan. First, mommy kewalahan memenuhi permintaan pasar para konsumen yang semakin tahun semakin nganeh2 (ada yang minta kulkas, tv, mesincuci, handphone, apapun deh sampe meubel, tupperware semua ada disini). Second, mommy harus nagih-nagihin para konsumen yang belum bayar , nagihnya bukan ayak yang di sinetron gitu yaaaaa, ya kalo versi mommy sih cuma didatengin orangnya terus bilang "Mbak, kapan mau bayar? Sudah dua bulan loh belum dibayar, katanya nunggu suaminya cair ya. Kapan cairnya ya mbak? *sambil senyum*", mostly kata-kata yang dikeluarin mommy sih gitu :)
Third, pasinya mommy susah ngebagi waktu istirahatnya. Jam istirahatnya berkurang karena ada konsumen yang dateng siang sewaktu jam tidurnya mommy, then mommy harus ke pasar. (fyi, mommy ke pasar seminggu bisa 4 kali dan gak hanya satu tempat yang mommy kunjungin, bisa 10 tempat langganannya). Omset mommy bisa 10 juta perbulan, but uangnya diputar terus untuk modal yang lebih banyak barangnya :) Mommy juga sering ketipu orang-orang yang reseh yang pada kabur padahal ngambil barang sampe berjuta-juta. Yes, that's my mommy banget. Kasihan sama orang, gak tegaan, sangat baik, mau membantu orang, and terlalu percaya. "Kasian dek, mama cuma bantu dia, eh malah dia yang gak bantu mama, malah kabur udah ditolongin ya dek", mostly kata-kata seperti ini yang sering mommy ucapkan.
I'm so proud having mommy like her, Mama Rini! Dari usaha yang nol banget banget, nyari-nyari konsumen door to door, sampe yang orang-orang mouth to mouth sendiri yang dateng ke mommy. Kerja kerasnya, kegigihannya, kemauannya, keseriusannya yang harus banget aku contoh! :)
Sampe pada titik kelelahannya, mama sakit :) Karena itu, mommy baru berhenti dari pekerjaannya itu. "Bukan uang yang mama inginkan dek, silaturahmi dengan orang-orang yang mama lakukan"-pesan mama. "Mama gak ngejer uangnya dek, mama ngisi kesibukan mama aja dagang ini"-pesen mama.
Happy Women's Day, Mommy! :)
Love you!
Hahaha no I didn't want to share about 'google' but ofc about International Women's Day.
Gue sih belum bisa ngerasain gimana rasanya jadi 'Women' sebenarnya, bcs I'm still a little girl.
(((little girl)))
Iya, belum berasa perjuangannya, gimana struggle sewaktu pregnant then how hard and hurt sewaktu mengeluarkan baby, then to facing the real world. (((real world)))
Perjuangan gue masih sebatas belajar, do the tasks, then in the end will face the UN and SNMPTN (it would be). But, my mommy was did. Yap, she was get it, she was did it. Mama berhasil menjadi seorang Women, BEST WOMEN.
After I searched on google "What is about the international women's day", what I got:
"International Women's Day (IWD), also called International Working Women's Day, is celebrated on March 8 every year. In different regions the focus of the celebrations ranges from general celebration of respect, appreciation, and love towards women to a celebration for women's economic, political, and social achievements."
Perjuangan mama untuk menghidupi keluarganya di bagian ekonomi juga ada (beside my father does). Mama merintih usaha kecil-kecilan, yaitu berdagang. Start from sell the batik, yes batik. Ceritanya mama berniat mengenalkan batik Pekalongan (the city which mommy was born) ke Lampung (city where me and my family grows up). Mimi membuka usaha di tahun 2006. Awalnya batik-batik ini dijual secara kontan, but we live in the housing (atau perumahan), ibu-ibunya pada rewel. Then my mommy must having an innovation. Akhirnya mama melakukan usahanya dengan sistem credits/kredit. For example, Tante A membeli barang ke mommy pada bulan April, then Tante A membayarnya in the next month, bulan May and June. Gitu seterusnya, sampai batas waktu yang mommy tentukan dan sepakati with other pihak. Alhamdulillah usahanya berjalan. Seiring berkembangnya zaman yang semakin canggih dengan dunia trending mode-nya, mommy menjual baju-baju tidak hanya batik. Dari baju tidur dan baju pergi pun ada. Karena mommy harus mengikuti trend fashion yang ada juga, biar usahanya gak mati. Gitu sih kata mommy. Mommy belanja di pasar tengah, seminggu bisa 2-3 kali ke pasar untuk kulak'an (it means belanja buat jualan). Permintaan pasar dari konsumen pun bertambah. Yang minta perlengkapan baby, sampai *sorry* underwear pun ada yang minta. Mommy sedikit kewalahan, tapi permintaan pasar itupun dipenuhi oleh mommy. Then, usaha mommy berkembang maju dan crowded. Gak ada problem? Pastinya ada dong, banyak malahan. First, mommy kewalahan memenuhi permintaan pasar para konsumen yang semakin tahun semakin nganeh2 (ada yang minta kulkas, tv, mesincuci, handphone, apapun deh sampe meubel, tupperware semua ada disini). Second, mommy harus nagih-nagihin para konsumen yang belum bayar , nagihnya bukan ayak yang di sinetron gitu yaaaaa, ya kalo versi mommy sih cuma didatengin orangnya terus bilang "Mbak, kapan mau bayar? Sudah dua bulan loh belum dibayar, katanya nunggu suaminya cair ya. Kapan cairnya ya mbak? *sambil senyum*", mostly kata-kata yang dikeluarin mommy sih gitu :)
Third, pasinya mommy susah ngebagi waktu istirahatnya. Jam istirahatnya berkurang karena ada konsumen yang dateng siang sewaktu jam tidurnya mommy, then mommy harus ke pasar. (fyi, mommy ke pasar seminggu bisa 4 kali dan gak hanya satu tempat yang mommy kunjungin, bisa 10 tempat langganannya). Omset mommy bisa 10 juta perbulan, but uangnya diputar terus untuk modal yang lebih banyak barangnya :) Mommy juga sering ketipu orang-orang yang reseh yang pada kabur padahal ngambil barang sampe berjuta-juta. Yes, that's my mommy banget. Kasihan sama orang, gak tegaan, sangat baik, mau membantu orang, and terlalu percaya. "Kasian dek, mama cuma bantu dia, eh malah dia yang gak bantu mama, malah kabur udah ditolongin ya dek", mostly kata-kata seperti ini yang sering mommy ucapkan.
I'm so proud having mommy like her, Mama Rini! Dari usaha yang nol banget banget, nyari-nyari konsumen door to door, sampe yang orang-orang mouth to mouth sendiri yang dateng ke mommy. Kerja kerasnya, kegigihannya, kemauannya, keseriusannya yang harus banget aku contoh! :)
Sampe pada titik kelelahannya, mama sakit :) Karena itu, mommy baru berhenti dari pekerjaannya itu. "Bukan uang yang mama inginkan dek, silaturahmi dengan orang-orang yang mama lakukan"-pesan mama. "Mama gak ngejer uangnya dek, mama ngisi kesibukan mama aja dagang ini"-pesen mama.
Happy Women's Day, Mommy! :)
Love you!
Komentar
Posting Komentar