"Bunga? Apakah aku belikan bunga saja untuk Ibu sebagai tanda kasih sayangku padanya di hari Ibu ini? Bagaimana dengan Mimi? Apakah akan kubelikan bunga juga untuknya? Tetapi akan kuberikan lewat apa? Sedang aku berada disini, kalaupun aku harus mengunjungi rumah baru Mimi, itu sangat jauh sekali"
Hari ini, tepat pada 22 Desember, seluruh wanita di negara tercintaku, Indonesia, sedang memeringati Hari Ibu. Perasaan bahagia bercampur dengan kesedihan memberontak dalam kalbuku. Ingin sekali aku membelikan sebuah bucket flowers untuk mereka, para bidadari titipanNya. Tetapi apa daya, isi dompetku tak mendukung untuk melakukan hal itu. Ah payah sekali aku. Ekspektasiku saja yang terlalu berlebihan, pada akhirnya dalam kenyataannya, hanya untuk mengucapkan "Selamat Hari Ibu" untuk mereka, gengsiku terlalu tinggi. Sungguh, aku bingung, aku kesal, mengapa harus gengsiku yang berlebihan ini menahan bibirku untuk mengucapkan sepenggal kalimat yang mungkin dapat memberikan rasa kebahagiaan tersendiri untuknya. Untuk siapa lagi kalau bukan Ibuku.
*****
Bandarlampung, 22 Desember 2013
Happy Mother's Day
for MAMA, MIMI, MOMSKI, BUNDA, IBUN aku....
I love you with every single ways I can!
without you and your choice -I mean that BAPAK :P- I'm nothing, I'm not alive, not healthy, not smart till right now. It because your grumble make me always be better than yesterday, your prayers that always spoken for me, and certainly your loves that always make me stronger to live. I'll keep trying to make you proud of me, cause only with that way I can replay your kindness, dear mom and dad.
Once more! Happy Mother's Day, Mom!
Eventhough every single day are mother's and father's day to me like I've been said it to you! :*
Oh yaa.... Please forgive me, mom... And don't be tired to pray for me... Selalu lakukan yang terbaik untuk anak-anak ya mah, pak....
[...........]
Lalu, kutinggalkan secarik surat itu yang kulipat dan kutaruh bunga plastik yang kutemukan dalam lemariku, kuletakkan keduanya di dalam lemari pakaian Mimi sebelum aku pergi lama untuk menggali ilmu, di Pare. Mengapa kuletakkan keduanya disana? Ya benar, gengsiku terlalu tinggi untuk memberikan langsung padanya. Sekarang, surat itu masih berada di dalam lemari itu, tetapi Mimi, telah pergi.
*****
"Oh ini ada bbm dari Mas Dwi (nama ini kusamarkan), katanya 'Selamat hari ibu, ya bu'," ibuku membacakan pesan itu.
"Oh iyaya bu?" jawabku singkat.
"Iya tadi pagi juga Mas Adi (nama ini kusamarkan) juga ngucapin ke ibu," tambahnya.
"Ohhh," "Masa hari ibu cuma dirayain sehari ya bu, kan harusnya tiap hari," kata-kata itu terucap langsung dari bibirku.
Seketika itu aku langsung terdiam. Berarti cuma aku aja dong yang belum mengucapkan Selamat Hari Ibu? Ingin sekali aku ikut mengucapkan itu padanya. Duh, aku malu, sungguh.
Lalu, aku bercerita denganNya. Kupanjatkan doa-doaku untuk kedua bidadari cantikku. Semoga, Tuhanku beserta kedua bidadariku mendengar doa tulusku ini... Aaamiiin...
SELAMAT HARI IBU, MIMI, IBU!
You'll always be my angles.
Komentar
Posting Komentar