Dari
Sana Cintaku Bermulai
Oleh Ryandita Azlia Putri
Aku benar-benar benci
wanita! Bagiku seluruh wanita itu sama. Sama-sama tidak menghargaiku. Biarkan
saja aku menjomblo, gerutuku sendiri.
Aku
adalah seorang remaja yang hobi menggambar tokoh kartun. Hello Kitty, Pooh,
Doraemon, Sinchan atau tokoh anime
lain, ah semuanya mudah. Hal tersulit bagiku adalah memulai kembali untuk
menyukai lalu mencintai seorang wanita. Terdengar bodoh memang, tetapi
begitulah adanya.
Dahulu,
aku pernah mencintai wanita, ia bernama Hani Rastia. Kejadiaan saat itu lah menjadi alasan mengapa aku berhenti
untuk mencintainya. Ya, kejadian yang sangat menyayat hati. Bermula saat aku
berinisiatif untuk menggambarkan bunga untuknya. Aku menggambarnya dengan penuh
niat dan cinta tulusku. Tetapi, hanya kecewa yang kudapat.
Ah, gambarannya jelek, aku gak
suka tau, pasti kamu juga jiplak kan?
kalimat
ini yang selalu teringat di pikiranku. Kejadian itu memulai pertengkaran hebat
yang mengundang emosiku juga emosinya. Pada akhirnya ia memutuskan cintanya
denganku. Sejak saat itu, aku benci wanita.
Usiaku
saat ini menginjak 17 tahun. Masa remaja penuh cerita cinta, itulah kata
mereka. Walaupun hampir seluruh temanku sibuk mencari bagian tulang rusuk
mereka, tak memengaruhiku sedikit pun untuk berubah pikiran. Aku tetap pada
pendirianku, hidup menjomblo.
Pagi
ini, OSIS akan melaksanakan pelantikan pengurus. Ya benar, aku termasuk dalam
pengurus OSIS di sekolah ini, lebih tepatnya aku menjadi seorang menteri dalam
Kementerian Sosial. Nanti aku juga akan dilantik bersama 30 orang pengurus
lainnya, beserta presiden dan wakil presiden. Pagi itu juga pengurus OSIS yang
telah resmi dilantik mulai bekerja. Bekerja menjadi panitia dalam event Class Meeting.
Pukul
08.30 acara pelantikan OSIS dimulai. Keheningan memenuhi suasana pagi itu.
Ucapan janji yang dilontarkan dari mulut kami dan juga penyematan tanda OSIS oleh Kepala
Sekolah menjadi bentuk telah dilantiknya kami menjadi pengurus OSIS yang sah.
Acara pelantikan berjalan selama satu setengah jam. Pukul 10.15, kami
melaksanakan kegiatan pembukaan Class
Meeting. Benar, kegiatan Class
Meeting memang rutin dilaksanakan di sekolah kami usai kami melaksanakan
ujian tengah semester. Class Meeting
dibuka resmi oleh Wakil Kepala Sekolah kami, Mister Ozil. Lalu dimulailah
perlombaan pada pukul 10.45. Perlombaan pertama adalah tarik tambang. Aku
dipasangkan oleh Maura Putri Youhanda sebagai penanggung jawab bagian
perlombaan tarik tambang. Duh perempuan,
bisa apa sih mereka? Pasti lemah deh, pikirku.
“Kak,
gimana tata cara permainannya, eh maksud Maura peraturan permainannya,”
tanyanya penuh kelembutan.
“Ya kamu jelasin aja sih semua yang
waktu itu udah ditulis,” jawabku ketus.
“Oh iya kak, kalau begitu nanti
Maura yang jelasin sama mereka sebelum permainan dimulai. Nanti kakak yang niup
peluit tanda mulai aja ya kak,” katanya tegas tetapi lembut.
Astaga, baru kali ini ada wanita
yang bicara padaku dengan nada lembut tanpa emosi dan tanpa ada ocehan lain
yang tidak berguna itu. Sorot matanya juga tajam. Oh tidak! Aku tidak mau!
Tidak! Kembali ke tarik tambang, kembali bertugas.
“Ya kakak kakak, sebelum memulai
pertandingan saya akan bacakan peraturannya ya. Yang pertama adalah …….” suara
lembut Maura terdengar hingga telingaku. Tidak seperti yang aku bayangkan. Ia
ramah, mau bekerja, cerdas, lembut, juga tanggap. Dia berbeda dengan wanita
lain yang aku kenal. Tetapi tidak! Aku tidak boleh dengan gampang tertipu
seperti ini. Tidak!
Hari pertama telah dilewati dengan
bahagia. Masih ada dua hari kedepan aku harus bertugas menjadi PJ lomba tarik
tambang, bersama Maura. Ya, hanya berdua bersama Maura.
Oh
iya… tadi kelas mana aja ya yang maju semifinal? Aduh bodoh banget gue.
Harusnya tadi gue catet sendiri hasilnya. Masa iya sih Maura nyatet? Ah gak
mungkin. Dia kan tadi sibuk bacain peraturannya, kataku dalam hati sambil
mencoba mengingat kembali nama kelas yang menjadi pemenang. Gak kok tadi Maura gak nyatet. Eh tapi bisa
jadi dia nyatet. Ah udah ah gak usah dipikirin, pikiran ini terus terbayang
memecah kenikmatan malam santaiku ini. Tapi
apa salahnya deh gua coba tanya dia.
Akhirnya, lekas aku mengambil handphone
dan melihat nama kontaknya di BBM, tetapi ternyata aku tidak berteman
dengannya. Ah bodoh, gua kira gua ada
kontaknya, kok gak ada sih? Hmmm, siapa ya yang punya? aku kembali
berpikir. Oh iya baru inget, pasti
Liandra punya, dia kan wakil presiden OSIS, harusnya dia punya dong semua
kontak BBM pengurus OSIS. Tanpa berlama-lama membuang waktu, aku langsung
mengetik pesan BBM kepada Lia.
Lia, lo ada kontak Maura Putri Youhanda
gak? Bales ya ASAP…
Liandra
Asmarantaka adalah wakil presiden OSIS di sekolahku, ia juga teman dekatku
sejak SMP. Lima tahun kami berada di kelas yang sama, karena itu kami berteman
baik.
Lima menit aku menunggu balasan
pesan dari Lia.
Nih broo, 24e1b46c.
Tanganku
dengan cepat mengetik pinnya untuk mengundangnya menjadi teman BBM-ku.
Ternyata, tanpa harus aku menunggu lama, ia menerima permintaan undangan BBM-ku.
Aku langsung mengetik pesan untuknya, yang isinya:
Aku : Assalamualaikum, Raa?
Maura : Waalaikumsalam kak. Ada apa ya kak?
Aku : Gini raa, aku mau nanya tntg hasil pemenang
lomba hari ini, kamu catet gk?
Maura : Oh iya kak
Maura catet kok, ini kak yang tadi menang kelas Saturnus dan Mars untuk SMA
kak. Tadi Maura mau bilang kakak untuk catetin siapa yang menang tapi kakaknya
lagi sibuk dengan peserta lombanya kak, jadi Maura yang nyatetin aja…
Astaga, ternyata dia tidak yang seperti
aku bayangkan. Pikiran burukku terhadapnya ternyata salah. Ya aku memang salah
menilainya. Dia ternyata memang beda dengan wanita lain yang aku kenal. Sejenak
aku berpikir lalu tersenyum, setelah itu aku melanjutkan chatting BBM-ku dengannya.
Aku : Okey,
terimakasih ya Maura
Maura : Oh iya kak,
sama-sama ya kakak
Aku : Maaf ganggu
ya Maura
Maura : Iya kak, gak
papa kok, lagian Maura juga lagi santai he he he
Ya, aku melanjutkan chatting hingga tak lihat waktu. Aku bercerita tentang pengalamanku
hari ini dan bertukar pendapat dengannya. Aku banyak bertanya tentangnya.
Benar, selama ini aku belum mengenalnya, padahal ia sudah hampir tiga tahun
berada di sekolah yang sama denganku. Ucapan Good Night darinya menutup perbincanganku dengannya. Setelah itu,
aku pun mulai memikirkannya, bahwa benar aku menyukainya.
Liandra, ah apa
dia bisa bantu gue? Bantu gue deket sama Maura? Emangnya dia bisa gitu? Ah gak
gak, gak mungkin, gerutuku
disela-sela pikiranku saat memikirkan Maura. Ah tapi kan gue gak mau pacaran sebelum lulus SMA, tapi gak masalahkan
kalau hanya menjadi penyemangat gue? kembali beberapa pikiran masuk ke otak
kecilku. Pemikiran yang banyak itu membuatku lelah, lalu terlelap dalam mimpi
yang indah.
Keesokan harinya kembali aku bertugas
menjadi PJ perlombaan tarik tambang bersama Maura.
“Gimana Ra, udah kamu siapin semuanya?
Hari ini kita mau adain lomba SMP babak penyisihan lalu babak semifinal untuk
yang SMA ya, kalo bisa sekalian deh untuk semifinal SMP, biar besok kita
tinggal final, tapi kalo gak cukup waktunya ya besok aja gak masalah. Lagian
lapangan kita kan cuma satu untuk dua perlombaan,” jelasku panjang padanya.
“Oh iya kak baik kak laksanakan!”
jawabnya dengan singkat padat dan sangat jelas.
Lagi lagi, sorot matanya seperti ada gravitasi yang
menarik pandanganku kepadanya. Mungkin ini yang dikatakan love at the first sight?
“Gimana
Ra udah semua belum? Kira-kira bisa gak kalo kita langsung adain semifinal
untuk SMP?” tanyaku padanya.
“Oh
iya kak jelas bisa kok, tadi Maura udah nanya kak Tio, katanya lomba ghoni run dilanjut besok kak, jadi kita
bisa make lapangannya sampe siang ini,” jawabnya.
“Oke
baik, langsung aku panggil ya pesertanya,” kataku mempersingkat waktu.
“Iya
kak, silahkan,” jawabannya mengakhiri perbincangan.
Setelah
aku terbebas dari tugasku, aku kembali ke kelas untuk beristirahat. Oh iya
Liandra, aku harus menceritakan padanya tentang hal ini. Siapa tahu dia dapat
membantuku.
“Woy
Lia,” panggilku ketus.
“Apasih,”
jawabnya dengan nada menyebalkan.
“Gua
mau cerita sama lo. Tentang perasaan gue ke seorang cewek,” jelasku.
“HAH
SERIUS LO? LO SUKA SAMA CEWEK? ALHAMDULILLAH AKHIRNYA LO NORMAL,” seketika Lia
yang saat itu sibuk mengerjakan tugas matematika terkejut dan memandangku
dengan tatapan tajam penuh tanya.
“Terus
terus gimana cerita dong. Eh siapa memang ceweknya?” tanyanya kepo.
Aku
pun menjelaskannya bagaimana perasaanku dengan Maura. Liandra nampak bahagia
mendengar berita ini.
“Dia
udah punya pacar belum sih?” tanyaku penasaran.
“Belum
kok, masih jomblo,” jawab Lia.
”Baguslah,
kalo gitu bantuin gue ya Ndra. Tapi inget kata-kata gue ya Ndra. Gue gak mau
sampe dia bilang gue PHP atau
sebagainya, gue mau gue dan dia saling sayang,” jelasku.
“Oke
bro siap, nanti gua bantu kok tenang aja. Nanti gua akan tanya-tanya tentang
dia,” jawabnya mengakhiri.
Waktu
demi waktu berlalu. Kegiatan Class Meeting
hari kedua pun usai. Malam ini sama halnya dengan malam kemarin. Pikiranku
dipenuhi oleh sesosok Maura Putri Youhanda. Oh
Tuhan, apa yang harus gue lakukan? Oh ya, BBM dia nanya pemenang hari ini, ya
sip, gerutuku sendiri dengan gupek
aku mengetik pesan BBM untuknya. Tak lama perbincangan kami melalui BBM, hanya
berlangsung setengah jam lamanya. Dia lelah, aku pun lelah, lalu kami beristirahat
mempersiapkan tenaga untuk esok hari.
Hari
ini adalah hari terkahir perlombaan Class
Meeting, itu berarti kerjaanku bersama Maura sudah selesai. Entah aku harus
senang atau kesal.
“Yah
modus kerja barengnya abis dong bentar lagi” kataku sengaja di depan Maura.
“Modus
apa ya kak?” tanya Maura penasaran.
“Hehe
bukan apa-apa kok Ra” jawabku sambil tertawa pelan.
Duh,
aku tidak berani untuk mengatakannya. Mengatakan tentang perasaanku pada Maura.
Bagaimana dengan Liandra ya? Apa dia sudah bertanya tentang Maura? Apa dia
sudah mencari tahu tentang Maura. Coba
deh nanti aku tanyakan pada Liandra, semoga saja dia sudah mendapatkan info
yang banyak tentang Maura.
Oke kak, jadi kemarin
jelas ya peraturannya. Tidak ada yang berubah dalam final ini, peraturannya
tetap sama, suara lembutnya kembali terdengar. Alunan suara
yang terucap dari bibir manisnya semakin membuat aku jatuh cinta padanya. Jatuh
cinta? Kembali aku jatuh cinta? Tidak! Tidak salah lagi, aku benar jatuh cinta
padanya, love at the first sight,
seperti apa yang mereka katakan.
Setelah
kegiatan Class Meeting berakhir, aku
terbebas dari tanggung jawabku sebagai PJ perlombaan tarik tambang. Tetapi
modusku untuk mendekati Maura juga harus berakhir. Malam ini kembali aku
berinisiatif untuk membuat gambar tokoh kartun kesukaan Maura, yaitu Stitch.
Raa, kamu suka Stitch kan? Aku mau kasih kamu sesuatu deh,
nanti aku kirim lewat BBM yaa… tunggu yaa raaa
Aku
mengetik pesan BBM untuknya.
Aku
membutuhkan waktu yang terbilang lama untuk menggambar Stitch. Saat aku sedang
menggambar tahapan akhir, handphone-ku
berdering
Mana kak? Katanya mau kasih sesuatu tentang Stitch
Ternyata pesan
BBM dari Maura. Maura nampaknya tak mau menunggu lama.
Sabar dong hehe, ini lagi on process kok..
Dengan
susah payah dan kerja keras serta niat dan cinta tulusku untuknya, aku pun
berhasil membuat sebuah karya sempurna. Tetapi tidak sesuai dengan niat awalku.
Tak apalah, mungkin lain waktu aku bisa menyampaikannya. Lalu aku langsung
memotret hasil karyaku dengan kamera handphone-ku
lalu mengirimkannya kepada Maura melalui BBM.
Raa, ini aku buatin gambar Stitch untuk kamu…
Aku
mengirimkannya hasil gambaranku.
Yaampun, mirip banget kak. Kakak jiplak ya ini? Hahaha
Jawabnya
dengan singkat.
Kembali,
kata jiplak mengundang rasa
kekecewaanku. Aku benar-benar kecewa. Usaha dan kerja kerasku, hanya dibalas
dengan sebuah pertanyaan yang membuat aku kecewa. Kejadian ini terulang
kembali. Aku kesal, kecewa dan marah. Seketika aku hanya membaca pesan BBM dari
Maura tanpa membalasnya.
Lia, gua kecewa
Aku
berniat untuk curhat dengan Liandra melalui BBM.
Ada apa sih?
Jawabnya
dengan cepat.
Gua mau curhat tentang kekecewaan gua pada Maura
Aku
mengetik dengan perasaan penuh kesal.
Kenapa? Curhat aja gapapa kok, gua siap jadi tempat
lampiasan amarah lo…
Jawab
Liandra, seakan ia tahu betapa aku sangat marah tanpa bisa aku melampiaskannya
langsung pada Maura. Lalu aku menceritakan semuanya pada Liandra.
Tau gak sih awalnya gue mau nyatain cinta gue ke Maura lewat gambar itu.
Gue mau nulis kalimat I LOVE YOU MAURA, tp dia udah buru-buru minta cepet ya jd
gue cuma nulis I’M STITCH, ah gua kesel, terus itu dia bilang kalo gue
ngejiplak. Gue kesel pake banget ndra!
Jawabku
penuh amarah.
Oke, coba nanti gua bantu bilang ke Maura yah J
Kalimat
balasan Liandra menutup chatting
kami.
Hari
ini adalah Sabtu, libur weekend. Pagi
ini aku melihat pemberitahuan di handphone,
ada sebuah pesan dari Liandra, yang isinya
Bro, gue udah bilang ke Maura, dia
bilang dia nyesel ngomong gitu ke lo, niat dia itu hanya bercanda aja kok, dia
gak tau kalo lo marah, dia minta maaf sama lo, dia gak berani mau bilang
langsung ke lo, gih maafin dia, lo BBM dia lagi. Gua juga udah blg kok kalo lo sensitif
bgt tentang masalah beginian, jd mending maafan deh kan dia belum tau juga kalo
lo sensitif masalah beginian
Liandra
memang tahu segalanya tentangku. Aku berpikir kembali untuk memulai chatting dengan Maura setelah mendapat
informasi seperti itu dari Liandra.
Ah mending besok atau
lusa deh, pokoknya gue gak mau mulai chat dia duluan kalo sekarang, titik,
gerutuku yang masih kesal. Sabtu santaiku menjadi hambar. Aku terus
memikirkannya.
Ndra, gue galau
Pesan
BBM-ku pada Liandra.
Ada apa lagi sih? Maura lagi?
Jawab
Liandra seakan ia kesal denganku.
Yaudah lah bro, langsung aja lo BBM dia, dia udah mau minta
maaf tuh sama lo, tapi dia bingung gimana caranya minta maaf ke lo
Jawabnya
meneruskan pesan sebelumnya.
Tapi gua kesel Ndra, gua masih kecewa, kecewa berat. Tapi
gua juga gak bisa kalo gak BBMan dengan Maura. Serius, GAK BISA!
Balasku
menjelaskan kepada Liandra.
Liandra
memberikan solusi yang akhirnya berhasil mengubah pikiranku untuk memulai chatting terlebih dahulu dengan Maura. Lalu akhirnya kami kembali baik. Kami chatting dengan lancar tanpa halangan.
Aku baru menyadari bahwa aku tidak bisa jika tidak mengobrol dengannya, walau
hanya lewat dunia maya.
Esok harinya, di Minggu pagi yang
indah ini, aku mendapat pesan BBM baru dari Liandra.
Boy, sorry, sorry banget. Ternyata gue
salah…
Pesan pertama dari Liandra membuatku
penasaran.
Ternyata…
Maura…
backstreet dengan teman sekelasnya…
Alvando Trianta
Seketika saat aku membaca pesan Liandra,
aku terdiam.
Aku terjebak dalam cinta yang semu. Aku
salah, salah besar. Mengapa bisa aku mencintai orang tanpa aku tahu apakah dia
mencintaiku juga. Satu kata yang terlintas dipikiranku, bodoh. Lalu aku
membalas pesan Liandra.
Ooooohhh, yaudah. Gua kira dia jomblo,
tau gini mahh, ah sudah lah
Jawabku ketus. Ya aku kecewa, kembali
kecewa.
Liandra mencoba menjelaskan semuanya
padaku, sampai akhirnya aku mengerti dan perasaanku pada Maura tetap, tidak
berubah sedikit pun.
Gua kira dia juga jomblo, gua gak tau
dia backstreet
Kata Lia melalui pesan BBM.
Yaudah lah nunggu putus aja haha, tp
jujur, gak bisa lepas bener gue dari dia…
Jawabku jujur. Kalimatku menutup
perbincanganku dengan Lia.
Apa
yang harus aku lakukan? Apa aku tetap chatting
dan berhubungan dengannya? Ah tidak, aku tidak mau menjadi perusak hubungan
mereka. Atau kah aku harus pergi menjauh darinya? Tidak juga, itu hanya
menyakiti diriku saja.
Bro, gua udh nanya ke Maura, dia blg
gini ke gua “Kalo deket Maura bisa kak, tapi kalo pacaran sama dia, Maura gak
bisa”. Nah saran gua, lo tetep ya jaga komunikasi dengannya, gua tetep akan
bantuin dan support lo
Pesan BBM dari Liandra memecahkan
pikiranku.
Sekarang aku paham yang mereka katakan
tentang love at the first sight,
karena aku telah merasakannya dengan Maura. Cinta terkadang memang tak harus
memiliki satu sama lain. Mencintai juga bukan suatu hal yang salah, karena itu
anugerah dari Yang Maha Kuasa. Jatuh cinta itu indah, tetapi terjatuh ketika
mencinta adalah musibah.

Gokil nih ta hahaha mawar berduri, stitch, dunia sungguh lucu =))
BalasHapus