Allah telah menciptakan satu bidadari cantik lagi untukku.Wanita yang masih sendiri itu Allah takdirkan menjadi jodoh dan pendamping Ayahku. SkenarioNya sudah disusun sedemikian rupa. Hingga berjalan layaknya sebuah drama kehidupan. Hidup memang penuh drama.
Bertanya Ayahku tentang wanita itu. Berat memang rasanya bagiku tiap kali ingin kujawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan. Tetapi, bagi seorang anak gadis kecil sepertiku, akan terasa lebih berat lagi ketika aku melihat Ayahku, sendiri, dalam sedih merawat anak-anaknya. Kutahu kisah Mamaku yang tak ingin dimadu. Tetapi, perjalanan hidup akan tetap menjadi sebuah perjalanan.
Agustus lalu menjadi saksi bisu. Di sebuah ruangan yang dirias indah itu, terbalut kebahagiaan baginya, mungkin bagiku dan mereka jua. Bernama Santi, akrabnya dipanggil. Dikenal melalui sebuah petemanan dunia maya, yang akhirnya mengantarkannya dalam dunia nyata yang tentu atas izinNya. Kupanggil ia, Ibu.
Mungkin aku hanya malu dan menyembunyikan ini dari dunia. Tetapi tunggu, itu hanya keegoisanku untuk menunggu waktu. Kemarin, aku hanya saja belum bisa menerima duka itu. Duniaku belum bisa melupakannya. Bukan, bukan untuk melupakan dirinya, hanya saja melupakan kejadiannya. Lalu, hari demi hari menyambutku dengan senyumnya. Ragaku, jiwaku juga duniaku telah siap menghapus lara. Sekarang aku tersadar. Bidadari indah titipannya telah hadir. Membawa tawa canda penuh warna. Siap kumenerima, kuceritakan pada dunia. Dunia lalu heran, terkejut. Dunia melontarkan banyak pertanyaan yang sudah kusiapkan jawabannya. "Bagaimana? Kapan? Yang benar saja?", begitulah tanya dunia.
Rasa syukurku selalu terucap dalam hati. Tuhan masih menyayangiku. Kubersyukur karena Allah menciptakan pelangi setelah badai, seperti pintaku kala itu. Kubersyukur karena Allah menakdirkanku bukan layaknya seperti kisah sinetron di televisi yang kutonton saat aku kecil dulu.
Bidadari pertama yang Allah ciptakan untukku, telah berada di surga bersamaNya, aku percaya itu. Penyesalan pasti ada dalam hidupku. Tetapi, apa daya tangan kecilku? Aku tak akan pernah dapat merubah kuasaNya. Yang hanya bisa kulakukan sekarang adalah, menjaga mereka, Bapak dan Ibuku, juga mendoakan Mamaku, dari sini. Ku kenalkan pada dunia, Ibuku yang cantik, Santi :)
Komentar
Posting Komentar